Makam Suroponolawen

Kabupaten Tegal / Adiwerna / Pagiyanten
  15096 kali   6°55'59.3"S 109°6'6.0"E

Suro PonolawenMakam atau Candi yang terletak di Desa Pagiyanten, Kabupaten Tegal ini merupakan peninggalan abad ke 14 yang berbentuk areal pemakaman atau bisa disebut Makam Suro. Pemakaman ini posisinya ada di sebelah barat laut Gapura Desa Pagiyanten. Jadi agak susah ditemukan jika kita tidak bertanya kepada warga sekitar karena tidak adanya papan petunjuk arah.

Komplek pemakaman ini luasnya kurang lebih 20 x 20 meter dengan dikelilingi oleh pagar batu bata dengan ketinggian pagar sekitar 120cm. Komplek makam ini pun terdiri dari beberapa sekat atau area. Yang setiap area terdapat pintu masuk yang lebarnya hanya sekitar 80 cm. Adapun area-area tersebut antara lain:
a.    Area pertama merupakan selasar depan bagunan utama yang merupakan tanah lapang yang ditumbuhi banyak pepohonan. Di area ini ada bangunan yang Nampak kurang terawat yang digunakan untuk menyimpan perlengkapan ziarah, seperti tikar dari pandan, kayu-kayu, dan lain sebagainya.
b.    Area kedua merupakan lahan kosong yang berisi jalan setapak dan beberapa pepohonan peneduh. Di tempat ini juga biasanya petugas makam berjaga.
c.    Area ketiga hanya ada beberapa makam yang kondisinya kurang terawatt karena terlihat dari nisannya yang sudah lapuk.
d.    Area keempat banyak pemakaman warga sekitar. Di tempat ini banyak pepohonan besar yang cukup rindang.
e.    Area kelima merupakan pemakaman utama dari Makam Suro.

Komplek utama Makam Suro ini terdiri dari satu banguan utama yang dindingnya terbuat dari batu bata dan lantai / pondasinya terbuat dari batu kali. Cungkup makamnya terdiri dari dua tingkat. Pada tingkatan bawah tersusun dari genteng tanah liat dan tingkatan paling atas terbuat dari kayu jati.
Pintu makam utama ini terbuat dari kayu jati yang sudah terlihat lapuk dengan kunci menggunakan gembok. Untuk dapat masuk ke dalam bangunan ini, sebelumnya kita meminta izin kepada penjaga atau juru kunci terlebih dahulu.

Di dalam bagunan utama ini terdapat sebuah makam sederhana dengan dua buah nisan dari batu. Batas makam hanya dikelilingi dengan beberapa potong kayu. Makam tersebut ditutup dengan kelambu sederhana. Penduduk sekitar mengenalnya dengan makam Mbah Suro / Suroponolawen /  Sayid Sarif Abdurrohman seorang dari Baghdad, Irak yang datang sekitar tahun 1400 M  ( abad ke-14) dengan tujuan utama untuk menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Makam ini selalu ramai diziarahi warga pada hari Jum’at Kliwon Penelitis Wage, dan tanggal 6 hingga 12 bulan Maulud.  Namun tepatnya tanggal 6, 7 dan 8 bulan Maulud lebih ramai lagi karena  untuk memperingati bulan Maulud Nabi dan juga tanggal 8  merupakan tanggal wafatnya Mbah Suro dan penyucian benda-benda peninggalan Mbah Suro seperti piring panjang, cangkir (banyak yang sudah pecah) tenong perunggu, wayang kayu, dan lain sebagainya.

Sumber:
http://husnaramadhan.blogspot.com/2011/01/contoh-abstrak-penelitian-di-candi-suro.html
http://disparbud.tegalkab.go.id/en/wisata-budaya/wisata-ziarah/makam-suroponolawen.html

 Makam 





Radius 10 KM dari Makam Suroponolawen



comments powered by Disqus

Lokasi

Desa Pagiyanten, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal