Jamasan Tuk Jimat Bulakan

  1203 kali  

Jamasan Tuki Jimat Bumijawa TegalPada artikel wisatategal.com sebelumnya membahasa mengenai sumber mata air yang ada di Bumijawa, Bulakan namanya. Tuk Bulakan begitu warga sekitar menyebutnya, ternyata memiliki warisan tradisi nenek moyang yang hingga kini masih terus dilestarikan. Konon sbelum diketemukannya mata air tersebut terdapat sebuah kenong, salah satu alat musik gamelan yang terbuat dari kuningan yang menutupi mata air tersebut.Tak berapa lama, Mbah Cemuluk melihat burung kuntul mematuk-matuk tanah yang ternyata di dalamnya diketemukan sebuah kenong. Dengan rasa penasaran Mbah Cemuluk mengambil kenong tersebut dan seketika itu juga memancar mata air yang kini disebut Tuk Bulakan.

Dari cerita tersebut, keturunan dari mbah Cemuluk mengkramatkan kenong tersebut dan setiap malam 10 Rabiulawal/ Maulud (penganggalan Jawa), kenong beserta puluhan peninggalan mbah Cemuluk sepeti macam-macam keris, gerabah tempat minum, dan benda-benda lainnya pun dilakukan jamasan. Prosesi ini dilakukan secara langsung oleh juru kunci atau keturunan dari Mbah Cemuluk dan dilangsungkan di dalam bangunan Tuk Bulakan yang jarang sekali dibuka. Setelah prosesi selesai, biasanya diadakan tumpengan/ syukuran di Tuk Bulakan. Dulu, ada pertunjukan ebeg atau kuda lumping yang ikut meramaikan acara ini, namun sayang, kesenian ini tidak digelar kembali karena tidak ada penerusnya.

Tuk bUlakan Bumijawa TegalKenong yang memiliki diameter30 CM beserta air bekas jamasan tersebut nantinya akan ikut serta di arak pada malam Pawai Maulud Nabi Muhammad SAW. Banyak orang dahulu percaya jika bende tersebut diarak keliling desa, maka akan dijauhkan dari mara bahaya. Setelah acara pawai selesai, semua pusaka kemudian disimpan kembali oleh juru kuncinya untuk dikeluarkan kembali pada tahun berikutnya.

Ritual yang hanya dilakukan setahun sekali ini menjadi salah satu daya tarik wisata di Bumijawa, karena kearifan lokal masih dipegang kuat di sini. Setiap tahun, prosesi ini selalu penuh didatangi oleh warga sekitar yang ingin melihat secara langsung warisan budaya ini, sekaligus melihat bagian dalam Tuk Bulakan yang memiliki air yang jernih dan bisa langsung diminum.

Bagimana? Tertarik untuk melihat secara langsung prosesi ini? Jangan lupa catat tanggalnya ya :)

Sejarah lengkap bisa disimak di infotegal.com. Terima kasih Fadil Rizky






comments powered by Disqus