Mantu Poci

  4372 kali  

Tradisi Manu Poci TegalMantu poci merupakan salah satu budaya yang hanya ada di Tegal. Biasanya mantu poci digelar atau diselenggarakan oleh sepasang suami isteri yang sudah lama menikah namun belum juga diberi keturunan. Inti dari acara mantu poci ini sendiri sama seperti namanya yakni melaksungkan 'pesta perkawinan' antara sepasang poci yang terbuat dari tanah namun berukuran raksasa. Seperti halnya sebuah pesta perkawinan, matu poci juga dihadiri oleh ratusan atau ribuan undangan yang disebarkan.

Dilengkapi dengan dekorasi pengantin, sajian kuliner, dan pesta yang menyajikan hiburan bagi tamu undangan. Ada yang gak ketinggalan juga, pada acara mantu poci tamu undangan wajib mendoakan sepasang suami istri yang menggelar mantu poci agar dapat segera diberi keturunan karena tujuan utama diselenggarakannya mantu poci adalah agar penyelenggara mantu poci merasa seperti sepasang orangtua yang sudah berhasil merawat dan membesarkan putra putri mereka kemudian dilepas dengan hajat pesta besar.

Mantu Poci diperkirakan mulai ada pada tahun 1930-an dan digelar di daerah pesisir seperti Tegalsari, Muarareja, Tunon, Cabawan, dan Margadana. Sebelum Poci digunakan sebagai kotak sumbangan, Poci diberi rangkaian hiasan dari bunga melati dan diarak keliling kampong. Baru kemudian diletakan di atas kursi yang telah dihias dan diapit oleh kedua orang tua atau yang punya hajat. Acara ini biasanya digelar selama tiga hari berturut-turut.

Sebelum acara ini dilegar, pemilik hajat jauh-jauh hari sudah mendata jumlah titipan sumbangan yang pernah diberikan kepada orang yang punya hajatan. Jadi dalam kepercayaan masyarakat apabila diundang tidak hadir dan tidak mengembalikan sumbangan, maka akan mendapatkan sangsi moral.

Ada Mantu Poci lain juga Sunatan Poci, prinsipnya sama, namun yang membedakan adalah ujung poci diberi balutan kain putih atau kapas.

Sumber:
Foto diambil dari kliping dinding Mantu Poci yang ada di Kampung Seni PAI
http://ogieogiechandradewi.blogspot.com
http://www.suaramerdeka.com






comments powered by Disqus