Bupati Tegal Resmikan Wisata Kesehatan Jamu Kalibakung

  2367 kali  

Wisata Kesehatan Jamu Kalibakung, Kab TegalBALAPULANG-Pemerintah Kabupaten Tegal dibawah kepemimpinan Bupati Tegal Enthus Susmono membuat terobosan dengan memberikan bukti ilmiah bahwa jamu dapat dimanfaatkan dalam pelayanan kesehatan formal. Untuk mengembangkan dan memanfaatkan Jamu tersebut, maka Bupati Tegal Enthus Susmono meresmikan Wisata Kesehatan Jamu (WKJ) Kalibakung Kecamatan Balapulang, Rabu (23/04).

Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Chusnan Upik, SE dalam laporanya menyampaikan, untuk mendukung Wisata Kesehatan Jamu Kalibakung, di lokasi tersebut telah dibangun Klinik Saintifikasi Jamu yang dilayani oleh 26 personil terdiri dari 5 dokter, 3 Apoteker, 1 Asisten Apoteker, 3 tenaga promosi kesehatan dan tenaga lainya lainnya yaitu perawat, tenaga administrasi. Disamping itu, menurut Upik juga telah dibangun Kebun Percontohan Tanaman Obat, Kolam Renang serta Hotel dan Ruang Pertemuan. Dalam WKJ ini, juga akan dibangun gedung Pusat Pengolahan Pasca Panen Tanaman Obat dengan APBD Kab Tegal 2014. Apalagi dalam tahun 2013, Kabupaten Tegal telah mendapat bantuan peralatan pengolahan pasca panen dari Direktorat Bina Farmasi Kemenkes RI dengan rumah pembibitan.

Dilaporkan Upik, saat ini Dinas Kesehatan Kab. Tegal tengah mengembangkan pelayanan kesehatan tradisional komplementer yang dibangun sejak tahun 2013 dengan dana APBN Kemenkes RI dan APBD Kab Tegal Tahun 2014 dan 2015. Diharapkan, gedung ini nantinya terdapat layanan saintifikasi jamu, akupunktur, akupressur, spa jamu dan sinema jamu.  "Dari sisi legalitas, semua jenis layanan di Kawasan Obyek Wisata Kalibakung telah dipayungi dengan retribusi sesuai Perda Kab Tegal Nomor 03 Tahun 2014 Tentang Retribusi Masuk Kolam Renang OW Kalibakung dan Perda No. 1 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Wisata Kesehatan Jamu Kalibakung". Demikian Upik mengakhiri laporannya.
Bupati Tegal Enthus Susmono, bangga dan menyampaikan apresiasi, karena dengan diresmikannya Wisata Kesehatan Jamu ini, berarti kita telah berupaya untuk melestarikan jamu sebagai budaya kita, mengingat jamu merupakan warisan budaya yang harus kita lestarikan dan kita manfaatkan sebagai peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Disamping itu, jamu juga merupakan obat tradisional yang banyak di komsumsi masyarakat sejak berabad-abad.

Dikatakan Enthus, saat ini penggunaan jamu di Indonesia masih cukup tinggi. Hal ini terbukti dari masyarakat yang meminum jamu sudah mencapai 50% dari semua kelompok umur. Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat ini, menuntut inovasi dari kita semua untuk dapat memproduksi jamu yang praktis, ekonomis dan berkasiat.  "Dengan diresmikanya WKJ ini, diharapkan dapat mendorong dan memotivasi masyarakat dalam membudayakan minum jamu, baik di WKJ Kalibakung ini, warung jamu, kafe jamu, lestoran jamu, maupun di jamu gendong dan jamu racikan". Ucapnya.

Menurut Bupati, sebenarnya Kabupaten Tegal memiliki potensi untuk mewujudkan pelayanan kesehatan tradisional dengan mengunakan jamu. Apalagi, di Kabupaten Tegal terdapat obyek wisata Kalibakung dengan luas mencapai 31 Ha, yang didalamnya terdapat kolam renang, hotel dan gedung diklat dan sisanya adalah lahan yang tidak produktif. Dengan melihat potensi yang ada di Kabupaten Tegal, Bupati ingin mewujudkan konsep pelayanan kesehatan jamu tersaintifikasi yang terintegrasi dengan program pariwisata yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Tegal, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Pusat, akademisi atau profesi, peneliti, pengusaha yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Jamu serta seluruh rakyat untuk memajukan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya dan memajukan pariwisata di Kabupaten Tegal, melalui sebuah program yang diberi nama Wisata Kesehatan Jamu Kalibakung. "Program ini diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas pariwisata di kawasan Obyek Wisata Kalibakung, antara lain dengan kolam renang dan hotelnya". Demikian Bupati menandaskan. [Skr]

Sumber: Pemkab Tegal






comments powered by Disqus