Jelang Imlek, Ornamen Lukisan Klenteng Tek Hay Kiong Tegal Dipercantik

  2511 kali  

Klenteng Tek hay Kiong TegalKETIKA memasuki tempat peribadatan warga Tionghoa, atau klenteng. Begitu sampai halaman, muncul kekaguman terutama tentang keindahan permainan warna mencolok. Baik merah, kuning, hijau, putih, dan hitam. Semua berpadu menjadi satu, seakan menutupi seluruh bangunan, termasuk ukiran dari kayu.

Pintu-pintu klenteng biasanya dibuat dalam ukuran besar, memakai kayu berkualitas dan cukup tebal. Sedang warna yang ada dibuat dengan tujuan tertentu. Di balik semua itu memiliki sejuta makna, tak ketinggalan harapan dan teladan.

Sekadar diketahui, klenteng sebagai tempat peribadatan umat Tri Dharma, mempunyai keindahan dalam bentuk bangunan, dan berbagai ornamen. Salah satunya ornamen berupa lukisan para dewa, dan jenderal yang dibuat sangat menarik. Lukisan yang disapukan dalam tembok, atau pintu menuturkan tentang beragam cerita dalam legenda Tiongkok kuno.

Contohnya di klenteng Tek Hay Kiong Tegal, merupakan klenteng tertua di Indonesia, usianya lebih dari tiga ratus tahun. Suasana menyambut Tahun Baru Imlek 2565, bertepatan tanggal 31 Januari 2014, benar- benar sangat terasa.

Seperti tahun sebelumnya, menyambut Imlek, sebagian besar bangunan klenteng, termasuk pintu masuk atau gapura dicat baru. Tidak kalah penting. Setelah setahun lamanya lukisan para dewa, serta pengawal yang menghiasi pintu utama klenteng Tek Hay Kiong, seluruhnya dicat baru. Warna yang menempel di tembok atau pintu dipertegas, sehingga terlihat megah.

Sedang lukisan dewa yang menghiasi pintu klenteng Tek Hay Kiong, hasil karya Souw Tjeng Tian, atau Edi Susanto (70). Disamping para dewa, dia membuat ornamen lukisan meja untuk acara sembahyangan.

Menurut Souw Tjeng Tian, melukis dewa maupun ornamen di klenteng Tek Hay Kiong, dilakukan sejak 1963. Menyambut Tahun Baru Imlek, tugas melukis para dewa agar warnanya terang lagi menjadi pekerjaan rutin.

Selain itu, dia dipercaya membuat lukisan di klenteng Hok Tek Bio Brebes. Oranamen yang menghiasi pintu klenteng, hasil garapan Souw Tjeng Tian. Soal warna, mengandung unsur keberuntungan. Kuning wibawa, hijau ketenangan atau ayem, biru keteduhan, dan putih adalah berkabung.

Guna melukis dewa bersama para jenderal, menurutnya, dibutuhkan kehati-hatian serta ketelitian. (din).

Sumber: Radar Tegal 27 Januari 2014






comments powered by Disqus