Malam Ini, Pawai Rolasan Digelar

  2501 kali  

Senin (13/1) malam ini, masyarakat Tegal dan sekitarnya akan disuguhi hiburan menarik. Yayasan Syiarul Islam Panggung dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal menggelar tradisi  budaya religi "Pawai Rolasan".

Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dihelat untuk menyambut dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Sesuai rencana Pawai Rolasan dilangsungkan pukul 19:30 sampai dengan selesai.

Peserta pawai akan dilepas langsung oleh Walikota Tegal, Ikmal Jaya dari Alun-alun Kota Tegal. Pawai akan melintasi Jalan KH Ahmad Dahlan, RA Kartini, AR Hakim, Diponegoro, A Yani, Dr Setia Budi, Kaligung, dan berakhir di Pondok Pesantren (Ponpes) KH Muchlas Panggung. Panggung kehormatan ditempatkan di halaman Ponpes KH Muchlas.

Ketua Yayasan Syiarul Islam Panggung, Drs. H. Syamsul Falah, S.H., M. Hum., didampingi Ketua Panitia Tradisi Rolasan, M. Kapsan AM., mengatakan, peserta pawai yang sudah terdaftar hingga Minggu (12/1) sebanyak 60 kelompok. Yang terdiri dari kelompok anak-anak, madrasah, padepokan, drum band siswa SLTP dan SLTA, MDA, dan lainnya. Selain itu juga peserta pawai kendaraan hias. "Kendati sudah 60 kelompok yang mendaftar, kami masih menerima apabila ada kelompok masyarakat atau lainnya  yang ingin mengikuti pawai. Karena itu ayo segera daftarkan diri sebelum pawai dimulai," ujarnya kemarin.

Secara detail dijelaskan Falah. Gelaran tradisi budaya religi Rolasan tahun ini diisi dengan 4 kegiatan utama. Pertama lomba pemilihan dai remaja (Pildara) yang diikuti 25 orang. Kedua bakti sosial berupa pemeriksaan gratis dengan target peserta 200 orang.

Kedua kegiatan kemarin (12/1). Lalu dilanjutkan Senin (13/1) malam, pawai rolasan seperti yang disampaikan tadi. Kemudian puncak acaranya Rabu (15/1) malam dilaksanakan pengajian akbar yang diikuti oleh sekitar 500 orang.

Pembicara yang dihadirkan Ketua MUI Pusat, KH. Cholil Ridwan, Lc. yang juga Pimpinan Ponpes Husnayaen Jakarta. "Puncak acara juga diselingi kegiatan pembagian hadiah pada pemenang lomba serta nominator peserta pawai," tuturnya.

Ditambahkan wakil ketua penyelenggara, Dedeng, Tradisi Rolasan 2014 menangkat tema "Dengan Pawai Rolasan, Kita Perkokoh Ukhuwah Islamiyah dan Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa".

menurut dia, tema tersebut diangkat lantaran tahun 2014 merupakan tahun politik yang rawan akan terjadinya perpecahan. Karena itu perlu dimunculkan kembali nilai ukhuwah Islamiyah dan kesatuan, dengan harapan di Kota Tegak tetap kondusif dan aman selama perhelatan demokrasi digelar.

Kaitannya dengan lomba dan pawai, dia menjelaskan, untuk lomba Pildara akan diambil 3 pemenang harapan. Sedangkan pawainya diambil 5 nominasi dari masing-masing jenis kelompok. Diantaranya 5 nominasi terbaik peserta drum band, 5 nominasi terbaik peserta rebana, 5 nominasi terbaik peserta jalan kaki, dan 5 nominasi kendaraan hias.

Ada 5 unsur yang harus dipenuhi peserta pawai supaya bisa masuk nominasi terbaik. yaitu kerapian (keutuhan dan jumlah personel, serta kostum) dan visualisasi atau penampilan. Dewan juri yang akan menilai independen dan disebar di titik-titik tertentu sepanjang rute pawai. "Pengumuman dan pemberian hadian dilangsungkan pada puncak acara atau pengajian akbar". (adi)

Sumber: Radar Tegal 13 Januari 2014

 






comments powered by Disqus