Penataan AAS Mulai Dimatangkan

  1865 kali  

AASSlawi - Derasnya masukan untuk menata areal Alun-alun Slawi (AAS) agar lebih nyaman dan aman bagi pengguna kendaraan kini mulai diformat serius oleh Pemkab. DPU melalui Bidang Tata Ruang Pertamanan dan Kebersihan tengah menyusun konsep penataan dengan fokus pada upaya memperluas bahu jalan yang selama ini terkesan sempit dan membahayakan penggua jalan.

Kepala DPU, Ir. Sudaryono, M.T. melalui Kabid Tata Ruang, Ir. Heri Suhartono, MM., mengatakan, perluasan bahu jalan itu akan menyentuh sisi kanan dan kiri pemkab hingga ke areal belakang. "Dengan perluasan bahu jalan ini diharapkan bisa untuk persimpangan kendaraan besar seperti biasa yang akan melakukan kunjungan ke komplek Pemkab. Dan agar terlihat simetris tidak melengkung, sisi utara  hingga timur sebelah barat komposisi jalan harus diperlebar sama dengan komposisi jalan yang ada di areal Dr. Soetomo," tegasnya, Sabtu (4/1) kemarin.

Dengan komposisi simetris tersebut nantinya kantor KPUD yang selama ini terkesan tersembunyi akan nampak jelas dipermukaan. Dan gedung PMI yang kini masih terus dalam tahap penyempurnaan nantinya bisa terakses dengan baik.

Terkait wacana bupati terpilih Ki Enthus Susmono yang meminta adanya bangunan masjid di Komplek Alun-alun dekat pusat pemerintahan, hal ini akan direalisasikan dengan ketersediaan lahan yang ada. "Bangunan masjid di komplek Alun-alun dekat pusat pemerintahan akan diwujudkan di lahan eks Kantor Pertanian yang kini digunakan sementara oleh Bagian Umum. Gedung itu akan kita pugar dan dijadikan masjid untuk memudahkan PNS dan warga menjalankan ibadah sholat," tuturnya.

Dengan formasi dan skema penataan areal AAS kedepan lokasi tersebut akan menjadi segi empat dengan dukungan badan jalan yang lebar. "Penataan areal AAS juga akan kita barengi dengan penataan pedagang kaki lima agar kedepan lebih teratur dan tidak menutup badan jalan yang sudah diperlebar," tegasnya.

Soal berapa anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasi hal tersebut, pihaknya enggan menyebutkan. Butuh diskusi matang untuk mewujudkan hal tersebut, termasuk membagi gambaran riil pada bupati baru agar ada kesamaan persepsi dalam penataan areal jantung pusat pemerintahan. (her).

Sumber: Radar tegal 6 Januari 2014






comments powered by Disqus