Pengelola Vila di Guci Naikkan Harga

  2229 kali  

Bumijawa - Selama libur Natal dan Tahun baru, jumlah wisatawan di Obyek Wisata (OW) Guci, Kecamatan Bumijawa, membludak hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Meski ada peningkatan pengunjung, namun obyek wisata pemandian air panas di lereng Gunung Slamet diprediksi tetap tidak memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD) 2013 sebesar Rp. 3,05 miliar. "Sampai hari ini baru terealisasi sekitar Rp. 2,4 miliar," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Unit Pelayanan Teknis daerah (UPTD) Guci, Kastolani, Kamis (26/12).

Ia memperkirakan, pendapatan selama libur Natal dan Tahun Baru hanya sekitar Rp. 100 juta. Sehingga total PAD yang akan disetor ke kas daerah hanya Rp. 2,5 miliar. Dia mengemukakan, selama liburan ini, tiket masuk obyek wisata Guci dinaikan dari Rp. 5.000 menjadi Rp. 7.000 per orang. Namun upaya tersebut tidak banyak berpengaruh dalam mendongkrak pencapaian target PAD. Sebab masa tutup buku tinggal beberapa hari lagi sebelum pergantian tahun. "Belum lagi kalau terkendala cuaca buruk," ujar Kastolani.

Ia mengatakan, hujan deras yang mengguyur pada hari libur pertama, Rabu (25/12) kemarin, berdampak pada sepinya obyek wisata Guci. Sebab, wisatawan akan berpikir dua kali sebelum menembus hujan untuk perjalanan sejauh 30 kilometer dari Kota Slawi dengan jalur yang sarat tanjakan curam dan tikungan tajam. "Hari ini cerah. Pengunjung membludak sampai 2.500 orang," ujarnya.

Di sisi lain, libur Natal dan Tahun Baru menjadi kesempatan bagi para pemilik vila di Guci untuk mendulang keuntungan berlipat. Meski tarif sewanya dinaikan hampir 100 persen, sebagian besar vila sudah habis dipesan sejak sepekan sebelum natal. "Pesannya sampai Tahun Baru," kata Giarto (35), pengelola Vila Panorama.

Giarto menuturkan, di hari biasa, tarif sewa vila dengan tiga kamar rata-rata Rp. 800.000 perhari. Kini tarifnya naik jadi Rp. 1,5 juta per hari. Menurut dia, kenaikan tarif sewa kali ini tidak semahal tahun lalu. Sebab, vila di Guci terus bertambah sehingga persaingannya cukup ketat. Meski tarif sewanya dinaikan, tidak ada tambahan fasilitas dan pelayanan di vila-vila tersebut.

Libur Natal dan Tahun Baru juga dimanfaatkan para pedagang cindera mata di sepanjang jalan menuju air terjun dan kolam - kolam pancuran air panas Guci untuk mendulang rezeki berlipat. "Omzet meningkat hampir 100 persen," kata Siti (38), pedagang kaos oleh-oleh khas Guci.

Yang menarik, Siti menambahkan, kebanyakan pembeli justru memburu kaos bergambar wajah mantan presiden Soeharto daripada kaos oleh-oleh khas Guci. "Saya sampai tambah stok khusus untuk kaos ini," kata warga Kecamatan Bojong, Tegal, itu sembari memperlihatkan kaos bertuliskan "Enak Jamanku To?". (yer)

Sumber: Radar tegal 27 Desember 2013.






comments powered by Disqus